Pulau Komodo adalah alasan kebanyakan orang datang sejauh ini ke timur. Bukit sabana yang kering, lembah penuh pohon palem, dan teluk berhutan bakau di pulau ini menjadi rumah bagi populasi terbesar Varanus komodoensis — biawak komodo, kadal terbesar di dunia yang panjangnya bisa mencapai tiga meter dengan berat lebih dari 70 kg. Komodo baru dideskripsikan secara ilmiah pada 1912, dan Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindunginya; UNESCO menetapkan taman ini sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991.
Setiap kunjungan dimulai di pos ranger Loh Liang, tempat seorang ranger bersenjatakan tongkat bercabang memandu rombongan Anda menyusuri jalur yang sudah ditandai. Komodo sering bersantai di dekat sumber air dan kamp ranger, dan Anda juga bisa melihat rusa timor, babi hutan, serta — jika beruntung — kakatua jambul kuning yang sangat terancam punah. Setelahnya, sebagian besar kapal menuju pasir pink lembut di Long Pink Beach untuk berenang.
Hal seru yang bisa dilakukan di Pulau Komodo
Trekking bersama ranger mencari komodo liar
Pilih trek pendek (sekitar 2 km), menengah, atau panjang. Jalur pendek biasanya sudah cukup untuk melihat komodo; jalur panjang mendaki ke Bukit Sulphurea dengan pemandangan luas ke arah teluk.
Berenang di Long Pink Beach
Pantai berpasir pink yang terkenal di pulau ini mendapat warnanya dari pecahan karang merah organ-pipe. Spot snorkeling dimulai hanya beberapa kayuhan fin dari bibir pantai.
Kunjungi Desa Komodo
Masyarakat Ata Modo telah hidup berdampingan dengan komodo selama beberapa generasi. Kunjungan dan homestay yang dikelola komunitas memberi Anda gambaran kehidupan pulau — dan uangnya langsung sampai ke tangan warga lokal.
Cari kakatua jambul kuning
Komodo adalah salah satu benteng terakhir burung paruh bengkok putih yang langka ini. Minta ranger menunjukkan suara kicauannya di pucuk pepohonan saat melewati jalur yang lebih panjang.
Snorkeling di terumbu sekitar pulau
Banyak trip harian menggabungkan Komodo dengan Manta Point, Siaba, dan Taka Makassar di dekatnya — beberapa spot snorkeling terbaik di Indonesia.
Tur terbaik ke Pulau Komodo
Trip dengan rating tertinggi dari Labuan Bajo ini mengunjungi Pulau Komodo:
Cara ke Pulau Komodo
- Dengan trip harian: open trip speedboat dari Labuan Bajo mencapai Komodo dalam sekitar 1–1,5 jam dan digabung dengan Padar, Pantai Pink, dan Manta Point — pilihan paling mudah.
- Dengan liveaboard: kapal 2–3 hari biasanya mengunjungi Komodo pagi-pagi, saat komodo aktif dan dermaga masih sepi.
- Tidak ada kapal feri umum ke Komodo untuk wisatawan; Anda perlu kapal wisata berizin atau kapal sewaan. Biaya taman dan ranger dibayar di Loh Liang atau sudah termasuk dalam tur.
- Pakai sepatu tertutup dan bawa air minum — jalurnya kering, berdebu, dan sudah panas sejak pukul 10 pagi.
- Tetap berada di belakang ranger dan jangan pernah mendekati komodo; mereka bisa berlari cepat dalam jarak pendek. Beri tahu ranger jika Anda memiliki luka terbuka.
- Komodo paling aktif saat pagi yang sejuk. Juli–Agustus adalah musim kawin, sehingga beberapa jalur bisa disesuaikan.

